Sinopsis Kill Me Heal Me episode 4 Part 1

Sinopsis Kill Me Heal Me episode 4 Part 1



Ri Jin dan Do Hyun masih berada di depan rumah sakit. Ri Jin pun berkata, “Aku tahu ini tak sopan, tapi kau siapa? Apa mungkin, kau punya sebuah bom? Atau mungkin, kau punya sebuah jaket kulit?” tanya Ri Jin dan Do Hyun hanya tersenyum dan menggeleng. “Kalau begitu, siapa namamu? Kau janji akan memberi tahu namamu. Namamu siapa?”

Do Hyun terdiam sejenak kemudian dia berkata, “Cha Do Hyun. Pemilik wajah ini dan sinar di mataku sekarang. Namaku Cha Do Hyun.” Jawab Do Hyun dan mereka pun sama tersenyum. 

*** 

Semua orang mendengar kalau pria yang mencampakkan Ri Jin datang lagi dengan membawa mobil mewah. Penasaran, mereka pun berlarian  pergi ke pintu utama untuk melihat pria itu. Dokter yang sebelumnya di cekik Se Gi, belum mendengar kabar itu dan saat dia melihat semua orang berlarian, diapun bertanya pada salah satu diantara mereka. Diberitahu kalau pria yang mencampakkan Ri Jin datang dengan menggunakan jas mahal dan mobil mewah, dokter itu bersikap dingin dan bersikap tak ingin tahu, namun ternyata dia juga penasaran dan akhirnya ikut pergi ke pintu utama rumah sakit. 

****


Ri Jin bertanya kenapa Do Hyun langsung pergi begitu saja tanpa menerima perawatan terlebih dahulu saat mereka berhasil kabur dari penjahat danledakan bom. Do Hyun menjawab kalau dia bisa mengobati dirinya sendiri, jadi Ri Jin tak perlu khawatir. Mendengar hal itu, Ri Jin malah terkejut dan langsung mengecek luka di dahi Do Hyun yang sudah dijahitnya sendiri. 

“Wow, apa kau punya kemampuan medis?” tanya Ri Jin kagum.

“Bukan begitu.”

“Jangan berbohong. Ekspresimu dan bukti2 tidak akan membantu. Sebagai profesional, masih kurang, tapi sebagai amatir, itu sangat bagus. Operasi ilegal? Atau mengobati diri sendiri?”

“Luka-luka kecil aku bisa mengurusnya sendiri.”

“Wow, kau benar2 seorang Batman. Di malam hari, kau menempelkan sayap kelelawar dan terbang mengelilingi kota Gotham.” Ucap Ri Jin sambil menirukan gaya terbang. Dia kemudian bertanya alasan Do Hyun ke rumah sakit. 

“Oh, ada sesuatu yang ingin kutanyakan.” Jawab Do Hyun.


“Kau datang menemuiku?” tanya Ri Jin lagi dengan ekspresi senang dan Do Hyun pun meminta waktunya sebentar. Namun sedari tadi Do Hyun sepertinya terganggu pada sesuatu karena di terus saja melihat ke arah yang sama dengan tatapan bingung. Diapun akhirnya bertanya dengan Ri Jin, “apa yang mereka lakukan?”



Ri Jin pun menoleh kebelakang dan shock saat melihat semua rekan kerjanya sedang berputar di pintu masuk. Ri Jin reflek langsung menundukkan wajahnya kerena malu. Do Hyun yang tak tahu apa2 pun langsung bertanya kenapa. 

“Cha Do Hyun-shi, kau bisa tanya nanti. Aku akan menjawab pertanyaanmu, tapi sebelum itu.... ada sesuatu yang harus kau lakukan untukku.” Pinta Ri Jin dengan sedikit memaksa. 

****

Sekarang Ri Jin mengajak Do Hyun berkeliling rumah sakit untuk menemui orang2 yang sudah mengatai kalau dia dicampakkan. Sambil jalan Ri Jin menjelaskan kalau semua masalah ini disebabkan oleh Se Gi. Dengan rasa sedikit tak enak, dia pun meminta bantuan Do Hyun untuk memperbaiki namanya dari gelar mudah dicampakkan oleh pria. Do Hyun pun tak mempermasalahkannya, dia dengan senang hati membantu Ri Jin. 


Orang pertama yang mereka temui adalah dr Kang In Gu. Dokter Kang adalah dokter yang sudah berada di rumah sakit itu selama 3 tahun. Nama lain dari dr Kang adalah “Pengirim kilat” yang akan tahu dengan cepat semua rumor dan goisp di rumah sakit. 

Do Hyun menyapa dr Kang dan berkata “Aku mendengar banyak tentang mu dari Ri Jin-ku.”

Mendengar Do Hyun menyebut “Ri Jin-ku” mata Ri Jin langsung melotot tak percaya. Dr Kang pun bertanya tentang apa saja yang Ri Jin sudah katakan pada DO Hyun. Do Hyun menjawab kalau Ri Jin bilang, dr Kang adalah senior yang selalu menyemangati semua orang. Dr Kang sampai tersipu malu dengan semua pujian Do Hyun.Ri Jin berkata dalam hati kalau apa yang Do Hyun katakan sudah berlebihan namun tak masalah, yang penting dr Kang percaya kalau Do Hyun pacarnya dan Ri Jin tidak dicampakkan. 


Orang kedua yang mereka temui adalah Suster Joo Mi Ro, yang sering dipanggil Geu Al yang merupakan singkatan dari “Aku ingin tahu itu.” suster Joo adalah orang yang paling penasaran apakah Ri Jin benar2 dicampakkan dalam waktu 2 jam. 

Atas permintaan Ri Jin lagi, Do Hyun pun menghampiri Suster Joo dan menyapanya. 

“Suster Joo.” Sapa Do Hyun.

“iya, aku.”

“Ri Jinku bilang kau sangat cantik.” Puji Do Hyun dan tentu saja itu membuat Suster Joo senang. Suster Joo pun bertanya klub mana yang Ri Jin datangi? Dan dimana Ri Jin bisa mendapatkan pria seperti Do Hyun. Ri Jin pun hanya tertawa senang, karena Suster Joo juga percaya kalau Do Hyun adalah pacarnya. 


Orang ketiga yang Ri Jin temui adalah dr Shin Sun Jo yang sudah berpikir kalau mencari pria, rawat inap, keranjang basket dan hadiah semuanya direncanakan oleh Ri Jin sendiri. Dr Shin yang sudah tau kalau Ri Jin dan Do Hyun akan menjumpainya, langsung menoleh dan menghampiri mereka.

“Kudengar Ri Jin-ku mengalami masa sulit belakangan ini.” Ucap Do Hyun sambil merangkul Ri Jin dan tentu saja rangkulan Do Hyun itu membuat Ri Jin terkejut. Do Hyun bahkan meminta izin pada dr Shin untuk mengajak Ri Jin makan malam bersamanya. Agar dr Shin semakin percaya, Do Hyun kemudian menempelkan kepalanya ke kepala Ri Jin. Mengerti maksud Do Hyun, Ri Jin pun kemudian menyandarkan kepalanya ke pundak Do Hyun. 

Mereka kemudian mengintip apa yang sedang Dr Park Mi Jae lakukan pada juniornya. Dr Park kemudian melihat persembunyian Ri Jin dan Do Hyun. Berbeda dengan Ri Jin yang langsung bersembunyi, Do Hyun malah muncul dan tersenyum padanya. Melihat Do Hyun, Dr Park langsung teringat kalau orang yang berwajah sama dengan Do Hyun sudah mencekiknya. Tak mau dicekik lagi, dr Park pun langsung berlari pergi. Do Hyun bingung dan diapun berbalik pada Ri Jin. 

“Se Gi mencekik lehernya.” Ucap Ri Jin memberitahu. Mengetahui hal itu. DO Hyun langsung terkejut dan mengejar dr Park. Ri Jin menggerutu kenapa Do Hyun harus mengejar dr Park, karena usaha pemulihan nama Ri Jin sudah berjalan lancar. Akhirnya mereka bertiga pun jadi kejar-kejaran. 


Dr Park menemui jalan buntu, dia tak bisa lari lagi. Dia berkata pada DO Hyun yang terus mendekatinta  dengan nada ketakuta, dia berkata kalau dia tidak melakukan kesalahan apapun. Dia hanya mempersiapkan beberapa tesis. Dr Park sudah sangat ketakutan kalau-kalau pria yang ada di depannya itu mencekiknya lagi, namun ternyata pria itu malah berlutut meminta maaf padanya. Bukan hanya dr Park yang terkejut melihatnya, Ri Jin juga terkejut. 

“Kenapa kau berlutut?” tanya dr Park.

“Maafkan aku. Hari itu... aku dibawah pengaruh alkohol, jadi aku membua kesalahan. Saat aku mabuk, aku menjadi orang yang berbeda, aku harus mengontrol diriku sendiri. Malam itu, aku minum terlalu banyak. Maafkan aku.” Ucap Do Hyun.

Dr Park pun berusaha bersikap bijak, dia pun memaklumi apa yang Do Hyun lakukan padanya malam itu. diapun meminta Do Hyun untuk berdiri, karena dia merasa tak nyaman.

Karena dia mengurus hal2 yang dilakukan kepribadian lainnya. Dia bertarung selama 11 tahun sendirian. Seolah dia sedang bertarung dalam perang tiada akhir.” Ucapan  dr Seok yang Ri Jin ingat saat melihat apa yang Do Hyun lakukan sekarang. 

****

Sambil berjalan masuk ke ruangannya Ki Joon  meminta sekretarisnya untuk membawakannya minuman es soda dan juga meminta Direktur Choi untuk menemuinya di ruangannya. Tepat disaat itu Direktur Choi sedang menerima telepon yang memberitahunya tentang informasi Do Hyun. 



Direktur Choi masuk ruangan Ki Joon sekalian dengan membawakan minuman yang Ki Joon pesan. Ki Joon lalu bertanya tentang apa yang Direktur Choi dapat tentang informasi Do Hyun. Direktur Choi menjawab kalau dia belum mengecek seluruh rumah sakit tapi dia menemukan fakta menarik tentang Do Hyun. 

“Di Kanghan Hospital, ada seseorang... yang mengenali wakil Presdir Cha Do Hyun dari foto yang saya bawa.”

“Apa alasannya?” tanya Ki Joon

“Sepertinya dia punya skandal dengan psikiater di rumah sakit tersebut.” Jawab Direktur Choi yang juga memberitahu kalau nama psikiater itu adalah Oh Ri Jin. Merasa penasaran akan kebenarannya, direktur Choi pun sudah menyuruh seseorang untuk lebih menyelidikinya dan informannya berkata kalau sekretaris Ahn juga pernah bertemu dengan psikiater rumah sakit itu. 

“Siapa dokter yang ia temui?” tanya Ki Joon.

“Namanya Dr Seok Ho Pil. Dia adalah dokter terkenal di departemen psikiater. Dia bekerja di Rumah Sakit John Hopkins dan kembali ke Korea 4 tahun yang lalu.” Jawab Direktur Choi dan Ki Joon sepertinya memikirkan sesuatu.

****

Kita beralih pada Ri Jin yang memberikan minuman pada DO Hyung atas tanda terima kasihnya karena DO Hyun sudah membersihkan namanya di rumah sakit itu. Ri Jin juga memuji akting Do Hyun yang sangat bagus. Dia kemudian bertanya apa yang ingin Do Hyun tanyakan padanya. 

“Apa mungkin... Saat kau bertemu Se Gi.... Dia melontarkan sebuah permohonan?” tanya Do Hyun yang mengira kalau Se Gi mendekati Ri Jin karena ingin menggunakan Ri Jin untuk menyingkirkannya. 

Ri Jin menjawab kalau Se Gi saat itu memintanya untuk bermain bersamanya. Do Hyun terlihat bingung mendengarnya dan diapun bertanya apa yang Ri Jin lakukan saat itu.

“Jangan bergerak!” ucap Ri Jin seperti yang dia ucapkan saat Se Gi mendekatinya. 

“Se Gi mengikuti perintah itu?” tanya Do Hyun penasaran.

“Ya, tapi hanya awalnya. Setelah itu tidak lagi.” Jawab Ri Jin. Mendengar itu Do Hyun seperti terkejut dan memikirkan sesuatu. Ri Jin pun bertanya kenapa.

“Bukan masalah, hanya sedikit aneh. Se Gi tidak akan pernah mendengar perintah orang lain.” Ucap Do Hyun dan Ri Jin berkata kalau Se Gi hanya menurutinya saat itu saja karena setelah itu, dia terus bertingkah semaunya.  Do Hyun lalu bertanya apa Se Gi meminta sesuatu yang lain lagi, seperti permintaan dari seorang dokter.

Ri Jin menjawab Se Gi tidak tahu kalau dia adalah seorang dokter, dia bahkan terkejut saat mengetahui kalau Ri Jin adalah dokter psikiater dan berkata kalau itu adalah takdir yang buruk antara mereka berdua. 

Mendengar jawaban itu, Do Hyun tambah terkejut dan terus berpikir tentang kenapa Se Gi mendekati Ri Jin. Do Hyun kemudian teringat pada ucapan dr Seok yang berkata kalau Se Gi sudah menemukan cinta pertamanya. 

Apa mungkin, bukan Chae Yeon tapi Oh Ri Jin cinta pertamanya Se Gi?” tanya DO Hyun dalam hati dengan ekspresi terkeut, hingga membuat Ri Jin bertanya kenapa? Do Hyun tak menjawab, dia masih sibuk dengan pikirannya sendiri yang menebak kalau malam itu, bukanlah pertama kalinya Se Gi dan Ri Jin bertemu. Do Hyun bertanya2 kapan mereka berdua bertemu. 

“Oh Ri Jin... apa mungin sebelumnya, aku... bukan. Kau sudah bertemu dengan Se Gi sebelumnya?” tanya Do Hyun.

“Tidak, aku melihatnya pertama kali di klub.” Jawab Ri Jin.

“Apa kau yakin?”

“Aku pikir begitu.” Jawab Ri Jin.

Do Hyun menangkap lengan Ri Jin dan berkata, “tolong lihat aku baik2. Apakah waktu itu kita berdua benar2 bertemu.”

Kau memanggilku.” Ucap Se Gi dan membuat Do Hyun shock. Kita  kemudian melihat Se Gi yang menggunakan pakaian merah dan menggantikan dirinya sedangkan Do Hyun sendiri berada di dalam cermin. “Kau memanggilku, sejak waktu yang sangat lama,” ucap Se Gi saat berada di depan Ri Jin. 

“Cha Do Hyun? Apa kau baik2 saja? Apa yang kau lihat sekarang?” tanya Ri Jin dan sekarang orang yang ada di depan Ri Jin sudah Do Hyun lagi sedangkan  Se Gi berada di cermin. Ri Jin bertanya apa gejala penyakit Do Hyun muncul lagi, namun DO Hyun tak bisa menjawab karena saking shocknya. Dia shock melihat Se Gi langsung dan itu adalah kali hal pertamanya terjadi.


Melihat Do Hyun yang terlihat panik, Ri Jin pun hendak pergi untuk mengambil obat namun Do Hyun mencegahnya dengan menangkap tangannya dan menggenggam kedua lengan Ri Jin.

“Oh Ri Jin, dengar apa yang akan kukatakan. Mulai sekarang, kau harus menghindar dariku.  Jika aku muncul, bersembunyilah. Jika aku mendekat, menjauhlah. Jika aku menahanmu, kau harus kabur atau jika perlu tendang dan pukul aku. Apa kau mengerti yang kukatakan?” ucap Do Hyun dengan tegas. Ri Jin bertanya kenapa dia harus melakukan semua itu. Do Hyun menjawab semua itu karena orang yang akan menemui Ri Jin bukan DO Hyun, tapi Se Gi. Di Hyun memperingatkan Ri Jin dengan mengatakan kalau Se Gi adalah orang yang berbahaya. Dengan yakin Ri Jin berkata kalau hal itu tidak akan mungkin, orang yang akan menemui dirinya pasti Do Hyun.

“Tidak, itu takkan pernah terjadi. Mulai sekarang, aku tidak akan pernah berpikir untuk muncul lagi di hadapanmu.” Ucap Do Hyun dan meminta Ri Jin berjanji untuk melakukan semua itu. 

“Apa kau selalu membuat orang menjauh seperti ini?” tanya Ri Jin yang tak mau menyanggupi permintaan DO Hyun. 


“Jawab! Kau mengerti?! Ingatlah kalau..” belum sempat Do Hyun menyudahi kata2nya, DO Hyun tiba2 merasa pusing. Panik, Ri Jin pun langsung pergi untuk mencari obat Do Hyun. Namun saat dia kembali, dia tak menemukan Do Hyun lagi. Do Hyun sudah pergi. 

Ri Jin menelpon dan bertanya Do Hyun dimana. Tak menjawab Do Hyun langsung bertanya apa Ri Jin lupa dengan peringatannya tadi. Namun, Ri Jin tak perduli, yang dia pedulikan hanya keadaan Do Hyun. DO Hyun pun mengatakan kalau Ri Jin bukanlah dokternya, jadi Ri Jin tak punya hak mengobatinya. 

“Karena kau bukan doktermu, aku akan bicara sebagai teman. Untuk saat ini, kembalilah ke rumah sakit. Kita belum selesai bicara.”

“Oh Ri Jin-shi.... aku tidak membuat pertemanan. Aku tidak butuh teman. Aku akan mengatakannya sekali lagi. Lebih baik bersembunyi, menghindar atau lari menjauh. Kuingatkan, menelponku juga jangan. Jangan lakukan itu. Aku tidak akan menjawab. Jangan mengangkat teleponku juga. Berbahaya.” Ucap Do Hyun dan menutup telepon. 

Diperlakukan seperti itu, Ri Jin pun menggerutu  dengan menyebutnya sombong. “Kita menghindari bom dan kabur dari kebakaran bersama. Setelah itu, bagaimana bisa dia begini? Apa masalah besar dengan memiliki kepribadian ganda? Apa dia binatang di bawah mantra? Jika dia binatang, maka dia membutuhkan bantuan dari seorang yang cantik.” Ucap Ri Jin dengan kesal.

****

Di mobilnya, Do Hyun teringat saat Se Gi muncul. Diapun bertanya2, apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang akan terjadi setelah dia bisa melihat Se Gi secara langsung seperti itu. Apa Do Hyun akan menjadi gila. Do Hyun frustasi memikirkan semua itu. Dia pun teriak histeris. 

****


Kita melihat anak perempuan dan anak laki-laki sedang bermain trambolin bersama. Tiba2 anak laki2 itu berubah menjadi pria yang berwajah sama dengan Do Hyun dan sepertinya dia bukan Do Hyun melainkan Se Gi yang mengajak si anak perempuan bermain bersamanya. 

****

Ri Jin terbangun dan ternyata yang tadi itu adalah mimpi Ri Jin. Seseorang memberi Ri Jin minuman, euum ternyata ada Ri On disampingnya. RI On bertanya apa Ri Jin mimpi buruk lagi. Ri Jin menjawab kalau sudah lama sekali  dia tak mimpi seperti itu. 



“Aaaaaarrrrrrrrr!!!!!!!!!” teriak Ri Jin yang baru sadar kalau Ri On yang ada disampingnya. Diapun mengira kalau dia masih mimpi buruk karena melihat Ri On sampai2 dia memukuli Ri On. 

Ri Jin bertanya kenapa Ri On bisa duduk disamping tempat tidurnya. Tak menjawab, Ri On pun tanya balik dengan bertanya  kenapa Ri Jin berbaring di tempat itu, bukannya dia masih harus menjalani rawat inap. Ri Jin menjawab kalau dia sudah sembuh jadi diapun kembali bekerja.  Makanya dia sekarang ada di tempat itu. 

“Aish, kalau begitu kau harusnya menelpon kenapa kau membuat orang sibuk datang ke rumah sakit?” keluh Ri On dan Ri Jin pun balik mengeluh karena dia tak pernah memanggilnya. 

****

Yang mengirim Ri On menjenguk Ri Jin adalah sang ibu. Ibu pun mengeluh karena Ri Jin tak memberitahunya kalau dia sudah kembali bekerja lagi. Setelah menutup telepon Ri Jin, ibupun memberikan minuman yang dia buat pada suaminya dan temannya. Sang Ayah pun bertanya tentang keadaan Ri Jin, namun dia tiba2 pura2 tak peduli saat istrinya bertanya apa sekarang Tuan Oh mengkhawatirkan putrinya. 

“Dia mendapat nilai 100 di ujian masuk perguruan tinggi dan mengambil jurusan kedokteran. Tapi kau terus mengatakan padanya untuk berbaring jika dia lelah, atau pulang ke rumah. Aku pikir itu sia2.” Ucap Tuan Oh yang mencoba mengerti tentang apa yang putrinya lakukan.

“Seluruh kota tahu kalau Ri Jin mendapat nilai 100 di ujian masuk perguruan tinggi.” Ucap teman Tuan Oh

“Lihat, bahkan bos bilang aku benar. Aku orang yang tidak mengatakan hal yang salah.” Ucap Tuan Oh. 

“Ah tapi Ri Jin ini mirip dengan siapa bisa begitu pintar?” tanya teman tuan Oh. 

“Apa maksudmu? Dia mirip denganku! Aku!” jawab Tuan Oh namun temannya itu tak sependapat, dia berkata kalau menurutnya tak semua anggota keluarga itu mirip. 

“Ada satu orang yang sangat pintar dan satunya lagi membenci akademik. Mereka kembar, tapi mereka tidak mirip satu sama lain. Jika orang melihat mereka, siapa yang akan mengira mereka kakak adik?” ucap teman Tuan Oh.

“Kau bicara sangat aneh. Jika anak tidak mirip orang tuanya, lalu mirip siapa? Jika orang tuanya bodoh, apakah anaknya harus bodoh juga?” ucap Soon Young dengan emosi. Tuan Oh pun berusaha menenangkan istrinya yang masih terus marah dan mengatakan kalau Oh Ri Jin dan Oh Ri On memang tidak kembar identik. Dia begitu marah pada teman Tuan Oh karena sudah menyindir kedua anaknya dan curiga kalau mereka bukan saudara kadung. Saking marah dan kesalnya, Soo Young bahkan menyuruh teman Tuan Oh itu untuk mengambil kembali sayuran yang dia bawa dengan alasan kalau dia tak bisa masak sayuran yang berkualitas rendah seperti itu. 

Tuan Oh pun berusaha memberi penjelasan pada temannya itu yang teryata adalah Presdir Jang tentang sikap istrinya yang sangat sensitif. Dia mengatakan kalau Soo Young seperti itu karena Ri Jin baru saja terkena musibah. 


Tuan Oh lalu menemui Soo Young dan bertanya kenapa dia begitu sensitif.  Dia  berkata kalau satu2nya anak yang Presdir Jang  miliki dalam 3 generasi adalah orang bodoh. Jadi itulah sebab Presdir Jang mengatakan semua itu. 

“Kenapa kau sangat marah?”

“Tanya orang lain dan lihat apa mereka punya sayuran yang bisa kita beli.” Ucap Soo Young kesa.

“ Dia bilang kalau dia tidak tahu, jika dia tahu, apa dia akan mengatakan itu?”

“Apakah kau tidak akan mempersiapkan bisnis?”teriak Soo Young kesal. 

***

Ri Jin menceritakan tentang mimpinya pada Ri On, dimana dalam mimpi itu, Ri Jin kecil sedang bermain trambolin  dengan anak laki2. Ri On bertanya siapa anak laki2 itu. Ri Jin menjawab kalau dia pikir anak laki2 itu adalah Ri On. 

Ri On berusaha menelaah mimpi Ri Jin, dimana saat itu Ri Jin masih berumur 7 tahun dan sedang bermain trampolin dengan anak laki2 yang berusia sama dengannya. Ri Jin juga merasa kalau hal itu benar2 pernah terjadi bukan sekedar mimpi biasa. Ri Jin berkata bukankah mereka punya trambolin di pekarangan rumah dan dulu mereka sering bermain bersama. Dengan wajah serius, Ri On meminta Ri Jin diam karena dia sedang berpikir.


Tanpa mereka sadari kalau ada tiga orang sedang memperhatikan obrolan merek berdua dan menggunjingkan  Ri Jin yang bisa menempel pada pria lain dalam waktu sehari. Salah satu dari mereka mengatakan kalau Ri Jin dan Ri On  bukanlah sepasang kekasih, mereka adalah saudara kembar. 

“Dia bukan oppanya, ketika aku melihat mreka di ruang istirahat, pandangan matanya saat melihat dr  Oh tidur benar2 tatapan mata pria.” Ucap Hoo Sook Hee yang tiba2 muncul di samping mereka. menyadari kalau Sook Hee hendak kabur lagi, mereka bertiga pun langsung mengejarnya dan berusaha menangkapnya.

Ri On lalu memita Ri Jin memberitahunya tentang pria yang datang di mimpi Ri Jin. Namun Ri Jin enggan memberitahunya, karena dia mengira kalau Ri On pasti tak mengenalnya. Ri On berkata kalau Ri Jin ingin memberitahukan penafsirannya sebagai penulis, maka Ri Jin harus memberitahukan tentang pria itu padanya. 

“Aku harus tau pria seperti apa dia untuk tahu alasannya. Dan aku hanya bisa menyimpulkan kalau akau tahu alasannya. Kesimpulan dibutuhkan untuk tahu itu mimpi buruk atau ingatan sesungguhnya.” Ucap Ri On.

“Kau sedang main2 dengan seorang psikiater?” tanya Ri Jin yang merasa kalau hal seperti itu, dia lebih banyak tahu dari pada Ri On.

“Come on sister!” ajak Ri On.

“Pria datang dan bilang suka padaku.”


“Aduh, aduh, aduh, aduh... kau rupanya maniak dipuja-puja, seleramu unik!” koment Ri On dan Ri Jin pun ingin mengakhiri pembicaraan itu namun Ri On terus bertanya bagaimana bisa pria itu mendekati Ri Jin. Ri Jin terlihat sangat penasaran dan dia mengatakan kalau seorag pria bisa tahu pria lain dengan baik. 

“Jika aku mendengar bagaimana pria itu menggodamu, aku bisa tahu apakah dia tulus atau menipumu atau dia  Cuma seorang playboy.” Ucap Ri Jin.

“benarkah”

“Benar benar... jadi percayalah pada oppa dan ceritakan padaku.” Pinta Ri On.

“Suatu komentar.”

“Suatu komentar? Apa katanya?” tanya Ri On.

“Kau yang memanggilku, di waktu yang sangat lampau. Sekarang bermainlah denganku.” Ucap Ri Jin mengulangi kata2 Se Gi.

Mendengar itu Ri On terlihat lemas dan bertanya apa Ri Jin siap mendengarkan telaah dari kata2 itu. Ri Jin  pun menjawab dengan anggukan. Ri On meminta Ri Jin mengulangi tiap kata yang dia ucapkan tadi.

“Kau memanggilku.” Ucap Ri Jin.

“Kau mengirimku sebuah signal.”

“Pada waktu yang sangat lampau.”

“Pada waktu baru-baru ini.”

“Sekarang bermainlah dengan ku.” Ri Jin melanjutkan.

“Sekarang pergilah ke hotel bersamaku.” Jawab Ri On.

“Mati, mati, mati, mati. Keluar keluar.”

“Kau tak siap menerima kenyataannya sekarang!” ucap Ri On dan Ri Jin pun langsung memukulinya. Dia tahu kalau kakaknya itu asal menelaah kata2 dan dia menyuruhnya pergi. 

****

Ri Jin menangantarkan Ri On ke mobilnya, sebelum masuk ke dalam mobil Ri On berkata kalau dia ingat trambolin itu, trambolin itu bukan berada di pekarangan rumah mereka melainkan di taman. 


“Kau tahu, paman tetangga meminjamkannya dan kita bawa keluar untuk bermain. Kau tidak ingat?” ucap Ri On dan menambahkan kalau Ri Jin ingin tahu siapa anak laki2 itu, dia harus memberi bayaran pada Ri On dulu. Tentu saja Ri Jin tak mau. Sebelum pergi Ri Jin memperingati Ri Jin untuk tidak bertemu dengan pria yang mendekati Ri Jin itu lagi. Karena Ri On menebak pria itu adalah seorang penipu. Tak senang dengan peringatan dari saudaranya itu, Ri Jin pun menyuruhnya cepat masuk ke dalam mobil dan pergi. 


Mobil sudah berjalan, namun Ri On terus melihat Ri Jin dari kaca spion dan terus berkata, “Siapa si brengsek itu? pria yang mengusik hati adik perempuanku. Maafkan aku karena berbohong padamu. Tapi jangan pikirkan hal itu. Masa kecil kita dan pria yang menggoyahkan hatimu. Apakah kau mulai lelah terhadap perasaan oppa yang mengawasimu?”

Sambil melihat kepergian Ri On, Ri Jin pun bergumam kalau dia harus menyebut Do Hyun sebagai penipu sangatlah berlebihan karena dia adalah pria yang baik. “Ah baiklah, tidak usah memikirkan hal itu.”



Bersambung Ke Episode 4 Part 2

Related Posts:

0 Response to "Sinopsis Kill Me Heal Me episode 4 Part 1"

Posting Komentar