Sinopsis Healer Episode 2 Part 1

Sinopsis Healer Episode 2 Part 1

Ayahku selalu berkata, “jadikan hal kedua yang paling kau suka sebagai pekerjaanmu. dan biarkan hal yang paling kau suka sebagai hobimu.
Ayah Young Shin adalah seorang pengacara yang khusus menangani kasus yang melawan polisi dan bekerja sampingan sebagai pemilik cafe. Dan karena pelayanannya yang begitu baik, cafe lantai bawah ini menjadi ramai dipenuhi oleh para napi.


Para napi yang ditolong Ayah Young Shin menjadi penggemarnya dan setelah keluar mereka akan mencari Chi Soo. Mereka mencari pekerjaan dan menjadi teman Young Shin pula. Mereka banyak mengajari Young Shin berbagai hal.
Membuka gembok dengan penjepit rambut. Membuka brankas. Maupun mengambil barang orang lain tanpa diketahui.



Young Shin tergesa – gesa menuruni tangga. Dia kesiangan dan terpaksa hanya memakan roti yang disuapi oleh Paman. Bahkan ketika Chi Soo meledeknya minum kopi, Young Shin tak perduli dan memilih untuk berangkat dengan segera.


Young Shin mengejar bus menuju ke tempat kerjanya, dan untungnya memang belum terlambat. Dia langsung masuk diikuti oleh seorang pria dengan pakaian hitam lengkap, Jung Hoo.
Keduanya berdiri berdampingan dan Young Shin yang sibuk mencari sesuatu di ranselnya hampir terjatuh saat bus rem mendadak, beruntung Jung Hoo menangkapnya.



Young Shin menoleh untuk bisa melihat si penolong tapi Jung Ho dengan sigap membalikkan badan agar Young Shin tak bisa melihat wajahnya.
Young Shin menatap penuh rasa penasaran. Namun dia mencoba bersikap biasa.


Young Shin duduk didepan Jung Ho. Dia penasaran ingin melihat siapa penolongnya lalu kembali membalikkan badan tapi Jung Ho sekali lagi menutup wajahnya dengan topi.
Preman kambuhan, mantan napi, penipu, dari mereka aku mempelajari kemampuan penting yaitu, insting. Seolah aku memiliki sepasang mata di belakang kepalaku, Seolah aku memiliki sepasang mata di belakang kepalaku, Lalu, aku bisa kabur.” Benak Young Shin. Dia menggelengkan kepala seolah mengantuk, Young Shin pun menyandarkan kepalanya lalu pura – pura tertidur.


Bibi Min Ja memperingatkan Jung Ho untuk melakukan pekerjaannya dengan benar. Dia tak ingin mereka harus mengulang kembali. Cara paling mudah untuk tes adalah mendapatkan air liutnya tapi akan sulit untuk Jung Ho, kan?
Jung Ho mendecak karena sikap Bibi Min Ja yang menyepelekannya.


Jung Ho perlahan mendekatkan tangannya ke rambut Young Shin untuk mengambil beberapa helai. Tapi Young Shin tiba – tiba terbangun hingga membuat Jung Ho berjingkat kaget.
Young Shin merapikan rambutnya lalu memakai topi seolah ia tahu bahwa Jung Ho mencoba mendapatkan rambutnya.



Young Shin keluar dari bus sambil menelfon Direkturnya, dia mengelak kalau dia telah terlambat. Dia kan sudah dikantor, sebagai reporter kantornya adalah TKP jadi sekarang dia sudah di TKP.
“Direktur... aku belum tidur dua hari ini. Direktur... aku belum tidur dua hari ini. rambutku berminyak sampai aku tak bisa menyembunyikan itu. Meski begitu, selalu saja ada laki-laki yg mengikutiku.” Keluh Young Shin. “Aku terlihat menarik, ya?”


Bibi Min Ja memantau dari layar monitornya, dia melihat gelagat Young Shin dan yakin kalau gadis itu sudah menyadari kehadiran Jung Ho.
“Gadis ini luar biasa cepat mengerti, Sungguh menyebalkan. Oh! Sungguh menyebalkan. Jika saja aku bisa menyeretnya ke lorong gelap dan mengambil darahnya.” Keluh Jung Ho.
Bibi Min Ja memperhatikan tas yang digunakan oleh Young Shin, ia rasa disana ada sikat gigi atau sisir. Jadi rampas saja!



Jung Ho melihat seorang pesepeda yang menuju kearah Young Shin dan juga ada pedagang buah dipinggir jalan. Jung Ho menemukan ada kaleng soda didepannya, dia menunggu waktu yang tepat lalu menendang kaleng tersebut.
Kaleng itu tertuju pada ban si pesepeda dan STRIKE. Tepat sasaran hingga sepeda –nya oleng lalu menubruk kearah Young Shin. Young Shin menghindar hingga dia jatuh terduduk.



Jung Ho ikut membantu membereskan buah yang berceceran ditengah keributan. Dan saat semua lengah, Jung Ho meraih tas Young Shin lalu membawanya pergi.
Young Shin masih sibuk memunguti buah sampai akhirnya sadar kalau tas yang tadi terjatuh sudah tak ada ditempatnya. Dia celingukan dan menemukan sosok Jung Ho yang sudah menjauh dengan membawa tasnya.


Jung Ho membongkar seluruh isi tas Young Shin tapi tak ada satupun yang bisa ia temukan. Tak ada sikat gigi maupun sisir. Jun Ho semakin sebal dan ditambah lagi ketika Young Shin berhasil menemukannya di WC.
“Pencuri! Itu tasku, kan!?”
Jung Ho sigap menutup wajah dengan topi yang ia kenakan.



Young Shin menghubungi kantor polisi lalu mengunci pintu WC dengan sapu.
“Ya, aku menemukannya. Kami di toilet pria gedung Dong Shim. Aku sudah menahannya didalam, cepatlah datang.”


Jung Ho mengubah kaca matanya menjadi gelap, dia membuka pintu WC dengan paksa tak perduli meskipun dikunci dengan sapu. Sapu pun patah dan Jung Ho menarik tangan Young Shin untuk masuk ke WC.
Young Shin terkejut. Dia menendang kaki Jung Ho dan berusaha kabur tapi Jung Ho tak membiarkan Young Shin begitu saja. dia menariknya kembali.



Young Shin menghadap kearah kaca, dia mencoba untuk melihat wajah pria yang mencuri tas –nya tapi dengan segera oleh Jung Ho ditarik. Dia menutup mata Young Shin lalu memukul kacanya hingga pecah.
Young Shin terkesiap dan berdiri dengan gemetaran.



Jung Ho menekuk tangan Young Shin kebelakang, “Diamlah...”
Young Shin tergagap, dia berkata kalau dia sakit. Jung Ho yang baik hati pun tak tega, dia mengendurkan cengkeramannya dan menaruh tangan Young Shin ke depan hingga posisi mereka seperti berpelukan.


Young Shin menangis tanpa suara karena Jung Ho meraih cutter tapi rupanya bukan cutter yang akan Jung Ho ambil. Dia hanya meraih pemotong kuku, “Jika kau bergerak, kau akan terluka.”
Jung Ho memotong kuku Young Shin lalu menyimpannya. “Mulai sekarang, jangan ketakutan lagi. Dengan begitu, kau takkan mati.”



Jung Ho pergi meninggalkan Young Shin yang lemas. Tubuhnya terhuyung ke tembok dengan ketakutan. Super ketakutan.


*****
Jung Ho memberikan dua potongan kuku milik Young Shin pada seorang wanita yang memanggilnya Hyung, Kang Dae Young. Dae Young memamerkan motor gede –nya yang sudah ia modifikasi. Dia meminta pada Jung Ho untuk mengatakan hal itu pada bos –nya.
Jung Ho dengan tak perduli meninggalkan Dae Young yang masih mengoceh.


Dae Young memohon pada Jung Ho untuk menyampaikan pada bos –nya sekali saja. meskipun dia tak sehebat Jung Ho tapi dia tak mau kalau hanya mengantar barang terus.
Jung Ho masih terus berjalan meninggalkan Dae Young namun akhirnya dia kembali lagi. dia memasang pengaman helm Dae Young yang tadinya belum terpasang. Dia menutup kaca helm dan menepuknya. “Berhati – hatilah di jalan.”
Dae Young masih merengek memohon, “Hyung. . Hyung. . Tolong. Arggh...” kesalnya tak ditanggapi Jung Ho.



******
Dae Young menuju ke sebuah tempat, dia ketempat loker umum yang hanya bisa dibuka jika mengetahui kode lokernya.
Dae Young menyimpan amplop berisikan kuku Young Shin lalu mengirim pesan kode sekaligus nomor lokernya pada seseorang.


Waktu berlalu dan orang silih berganti melewati loker tersebut. Sampai akhirnya ada seseorang yang mengambil amplopnya. Sudah jelas kalau dia adalah Kim Moon Ho.

*****
Moon Ho sampai di kantor tapi saat dia melihat ada Min Jae didepan lift, dia urung ke sana dan memilih menaiki tangga.
Tapi dasarnya apes, seseorang menyapa Moon Ho hingga Min Jae melihat kehadirannya.



Akhirnya dilantai dua, Min Jae sudah menghadang Moon Ho. Moon Ho mencoba menyapanya dengan manis tapi sama sekali tak bisa menggoyahkan Min Jae.
Min Jae sudah dapat bocoran kalau Moon Ho telah menemui seorang pekerja dari perusahaan Soo Sun lalu mewawancarainya. Dia meminta Moon Ho jangan harap untuk menayangkan hal itu karena dia Soo Sun adalah perusahaan yang memberikan mereka iklan. Perusahaan mereka dalam masa kritis jadi uang yang iklan perusahaan Soo Sun sangatlah berharga.



“Ini aneh. Kenapa direktur penyiaran khawatir dengan kontrak-kontrak iklan? Ada banyak karyawan ahli di departemen periklanan. Biarkan mereka melakukan pekerjaan mereka. Aku sudah mengincar (wawancara) ini selama 3 bulan. Jika saja kau bisa memberiku waktu, aku bisa membicarakannya selama 3jam! Aku punya jadwal siaran dan wawancara!”
Min Jae menebak kalau Moon Ho telah kecanduan ketenaran. Dia tahu, setiap kali Moon Ho selesai melakukan siaran. Semua orang di SNS akan heboh dan memuji akan kejujuran Moon Ho sebagai reporter. “Orang-orang yang saat ini begitu riuh memujimu, akan dengan mudah mencampakkanmu sewaktu-waktu. Dengan begitu mudahnya.”



Moon Ho tahu akan hal itu, dan dia akan melakukan semua ini sampai saat dimana ia dicampakkan. Dia akan melakukannya sampai waktu tersebut.
Moon Ho mencairkan suasana dengan memuji penampian Min Jae yang nampak cantik dari hari ke hari.
“Ini baju baru? Kau mau menarik perhatian seorang pria? Kenapa kau dandan begitu cantik? Mantan pacarmu ini bisa cemburu!” goda Moon Ho.



Dong Soo berlari menemui Moon Ho dengan tergesa – gesa, dia melapor kalau ia sudah menemukan data untuk dua tahun yang lalu tapi data satu tahun yang lalu tak ada. Moon Ho menolak, tak ada kata lain selain data tahun lalu. Dong Soo beralasan kalau dia sudah mencari kemana – mana tapi tak ada.
“Sudah kubilang tahun lalu.” Tegas Moon Ho.
Dong Soo memberi hormat dan akan mencari lagi tapi sebelumnya Moon Ho memanggil Dong Soo. Dia memberikan sebuah amplop untuk diserahkan ke lab biasa.



Dong Soo seketika kepo, dia sudah melakukan tugas ini beberapa kali. Moon Ho menegaskan kalau ini adalah rahasia.
“Siapa yang sedang kau cari? Apa mungkin, Senior...”
“Aku sedang melacak sebuah kasus.”
Dong Soo mengeluarkan note –nya, apa itu? Moon Ho belum bisa memberitahukannya sekarang tapi jika sudah mendapat perspektif lebih bagus maka ia akan mengatakannya. Dong Soo menuntut janji tersebut atau dia akan berbicara yang macam – macam pada yang lain. Moon Ho menyanggupi.
“Para pengelola sedang ricuh! Senior, kudengar kali ini takkan selesai sebatas peringatan saja.” gosip Dong Soo atas kemungkinan yang akan didapat Moon Ho karena memberitakan mengenai perusahaan besar.
“Cepat cari!” perintah Moon Ho tak terlalu perduli.



*****
Setelah menerima pesan dari Myung Hee, Moon Ho pun datang menemuinya. Myung Hee menyindir Moon Ho sebagai reporter sibuk sehingga sekarang dia harus menghubunginya dulu agar dia datang ke rumah.
Moon Ho memberikan kaktus merah untuk permintaan maafnya.
“Apa menunya? Apa yang bisa kubantu?” tanya Moon Ho mulai berjalan mengitai dapur. Myung Hee dengan senang menjelaskan dan memerintahkan Moon Ho beberapa hal untuk dilakukan.



“Tapi ini bau tomat, keju dan kentang... apa ini?” tanya Moon Ho setelah mencium bau makanan yang sangat ia ketahui.
“Aku membuatkanmu Gratin untuk dibawa pulang. Kau bisa menghangatkannya dalam microwave kalau kau sibuk.”
Moon Ho bisa tersenyum lebar dihadapan Myung Hee. Dia kemudian menawarkan Myung Hee untuk pergi meninggalkan kakaknya, Kim Moon Shik. Mereka bisa pergi ke Seoul.



“Berhenti memanggilnya kakak. Ini sudah 20 tahun dan kau masih tak memanggilnya kakak ipar?” sela Moon Shik tiba – tiba muncul.
Myung Hee membela karena kalau Moon Ho memanggilnya kakak ipar maka dia harus memanggilnya adik ipar. Ini akan menjadi kaku.


Moon Ho mengantarkan Moon Shin ke halaman. Moon Shik tanya apakah Moon Ho akan menginap disana?
Moon Ho masih sibuk jadi setelah Myung Hee tidur, dia akan pergi. Moon Shik mendengar Moon Ho sekarang diperhatikan oleh Direkturnya karena membacakan berita tanpa script.
“Aku hanya sedikit terkenal sekarang. Apa kau makan malam dengan direktur perusahan?” Gurau Moon Ho.
“Buatlah surat pengunduran diri dan datanglah padaku. Aku akan membuatkanmu kantor berita sendiri. Lalu kau bisa dengan bicara leluasa tanpa ada larangan. Daripada menjadi ekor naga, kau bisa menjadi kepala ular berbisa.”



Moon Ho bertanya, haruskan dia menggunakan bantuan Moon Shik?
Moon Shik tak mau pembicaraannya dengan Moon Ho semakin panjang karena dia harus pergi. Ia meminta Moon Ho untuk memberikan istrinya obat. Myung Hee selalu sulit minum obat karena tak mau mengantuk.  Moon Ho meng –iya kan saja.
Selepas kepergian Moon Shik, Moon Ho menatapnya dengan tajam seolah ada sesuatu yang membuatnya begitu benci pada Moon Shik.



Moon Ho membopong Myung Hee ke ranjang, adakah yang ia butuhkan lagi?
Myung Hee menunjuk hidung Moon Ho, dia meminta Moon Ho menceritakan mengenai pacarnya. Moon Ho mendecak hingga membuat Myung Hee tahu kalau dia belum punya pacar.  Moon Ho menawarkan untuk menceritakan kisah lucu agar Myung Hee bisa tertidur.
“Kau tak punya kisah-kisah lucu.”
“Lalu, haruskah cerita kisah yang serius? Yang serius sungguhan?” tawar Moon Ho. Myung Hee memintanya mencoba.



Moon Ho menceritakan kisah tentang Noshin tapi Myung Hee sudah tahu tentang kisah tersebut. Dan itu bukanlah cerita melainkan studi kasus.
“Kenapa kau memikirkan itu? Moon Ho, apa ada sesuatu yang tak kau ceritakan padaku?”
“Maaf, tapi dunia tak berputar mengelilingimu (sehingga kau bisa tahu segalanya).” Jawab Moon Ho.
Myung Hee tahu, dia berusaha memejamkan matanya agar bisa tertidur.



Moon Ho menatap Myung Hee yang sudah tertidur, sesekali dia tampak tak nyaman dalam tidurnya. Moon Ho meraih foto masa lalu mereka.


[FLASHBACK]
Moon Shik mengandarai mobilnya saat pengejaran oleh polisi. Moon Ho kecil berniat meraih susu tapi Moon Shik memerintahkannya memakai sabuk pengaman. Moon Ho yang masih belum tahu bahaya tetap ingin meraih susu duluan.
“PAKAI KEMBALI SABUKNYA!” bentak Moon Shik.
Moon Ho dengan ketakutan melakukan perintahnya. Lalu kembali meminum susu satu – satunya tapi karena kondisi yang tak memungkinkan. Moon Shik mengendarai mobil dengan ugal – ugalan hingga susu semata wayang itu tumpah.


Saat sudah turun, Myung Hee membersihkan baju Moon Ho yang terkena susu. Myung Hee tahu kalau dia sedih karena susunya tumpah. Moon Ho terus menggeleng tak mau menceritakan tapi Myung Hee bisa melihat jelas dimata Moon Ho. Dia menyuruhnya menangis kalau ingin menangis.
Moon Ho sedih sekali dan akhirnya menangis dipelukan Myung Hee.


[FLASHBACK END]

*******

Komentar:
Disini banyak sekali yang masih tuing - tuing dengan drama ini? Aku rasa iya. Untuk episode 1 dan 2 memang masih menceritakan latar belakang ketiga tokoh yang jelas - jelas memiliki latar yang berbeda jadi scene berlarian tak keruan.
Oke, aku akan menjelaskan karakter mereka satu persatu.


1. Seo Jung Ho
Dia adalah seorang yang bekerja sebagai mata - mata atau sekedar 'pesuruh' untuk melakukan sesuatu dari para petinggi. Tak seorang pun mengenali Jung Ho selain Bibi Min Ja dan juga Dae Young.

Menjalankan pekerjaan dengan licin rapi dan tanpa bekas. Itulah kenapa meskipun dia hanya bekerja seorang diri, ia masih tetap laku dan menyaingi perusahaan sekelas Double S yang memiliki banyak penjaga maupun alat yang canggih.

Jung Homelakukan pekerjaannya untuk bisa membeli pulau impiannya. Pulau indah tanpa penghuni dan dia sudah berhasil mengumpulkan 63% untuk pembeliannya.

Hubungan dengan Min Young. Diceritakan kalau awalnya Jung Ho hanya berusaha mendapatkan sampel Young Shin untuk cek DNA. Namun insiden malah membuat keduanya menjadi dekat. Karena kedekatannya itu, Jung Ho yang sudah tak punya lagi jiwa sosial untuk berbaur dengan orang lain mulai tergugah. Dia mulai mengerti akan indahnya dunia.

Hubungan dengan Moon Ho. Untuk episode 1 & 2 sih masih sebatas hubungan kerja karena Moon Ho menyewa jasa Healer untuk mencari seseorang dimasa lalunya.

Hubungan dengan Kim Moon Shik. Tak tahu pasti tapi sepertinya Moon Shik berniat menghilangkan Healer. Karena kemarin tanpa sengaja dia tahu kalau Seong Cheol adalah kurir yang diperintahkan oleh Koran Jae Il. Entah barang apa yang sudah Seong Cheol bawa.

2. Young Shin
Gadis periang yang mampu berkomunikasi dan memiliki hati yang hangat. Dia adalah seorang anak adopsi Chae Chi Soo dan sekarang bekerja sebagai reporter di website berita.
Dengan Jung Hoo, sudah jelas kalau keduanya akan terjalin Love line yah.

Kalau dengan Moon Ho, aku kurang yakin sih hubungan terikat apa yang keduanya miliki. Entah Young Shin memang anak Myung Hee atau bukan.
Tapi nantinya Moon Ho akan menjadi daddy long legs untuk Young Shin. Dia akan membantu Young Shin agar bisa menjadi seorang reporter profesional seperti apa yang ia cita - citakan.


3. Kim Moon Ho
Seorang reporter membela kalangan minoritas yang tak diperhatikan oleh publik, dia tak akan segan untuk mengangkat berita yang ditentang oleh atasannya.

Moon Ho adalah adik dari Kim Moon Shik. Keduanya sepertinya memiliki perang dingin dan Moon Ho seolah mengetahui sebuah rahasia yang membuatnya tampak begitu membenci kakaknya ini. Keduanya juga sering lempar sindir satu sama lain.


Dimasa lalu, Moon Shik berteman dengan 5 orang pemuda lain untuk menyiarkan mengenai berita terlarang. Dimana apabila seorang reporter menyinggung kepemerintahan maka mereka akan menerima pemecatan. Namun mereka berlima tanpa takut masih menyiarkan berita tentang kebobrokan pemerintah. Mereka menggunakan frequency curian untuk bisa mengudara.

Dua rekan Moon Shik antara lain Gil Han dan Myung Hee dimana kedua anak tersebut saling mencintai namun dibalik diamnya Moon Shik, dia juga memiliki perasaan terhadap Myung Hee.

Myung Hee dan Gil Han (entah menikah atau tidak) akhirnya memiliki seorang putri bernama Ji Han. Tapi Ji Han mati mer(/ mungkin tidak)

Yang jadi misteri adalah, kenapa Myung Hee yang sebenarnya mempunyai anak malah menikah dengan Moon Shik. Sebenarnya apa yang terjadi di masa lalu dengan mereka.
Disini, Moon Ho sepertinya menganggap Myung Hee seperti pengganti ibunya. Tempat dimana dia bisa menangis dengan keras tanpa takut. Dia mengajak pergi meninggalkan Moon Shik, jadi aku rasa kehidupannya bersama Moon Shik tidak se harmonis apa yang terlihat sekarang. Moon Ho tahu itu. dia tahu kalau Myung Hee tak sebahagia seperti yang ia tunjukkan.


Bersambung Ke Episode 2 Part 2

Related Posts:

0 Response to "Sinopsis Healer Episode 2 Part 1"

Posting Komentar