Sinopsis 'Blood' Episode 4 Part 2

Sinopsis 'Blood' Episode 4 Part 2





Ga Yun diomeli dua rekannya sesama dokter junior, lantaran Ga Yun memanggil Direktur. Ga Yun beralasan semua dokter tengah persiapan operasi. Mereka tetap menyalahkan Ga Yun. Jae Wook datang dan minta keduanya berhenti. Dia mengaku, biar bagaimana, dirinya adalah dokter bedah juga jadi Ga Yun tidak bersalah dalam hal ini. Jae Wook justru meminta keduanya melakukan apa yang dilakukan Ga Yun. Jangan persoalkan struktur ketika berhadapan dengan pasien. Kedua dokter junior itu mengiyakan. 

Jae Wook diinformasikan tentang kondisi seorang pasien yang menderita Hepatitis A akut. Dokter yang menginformasikan pada Jae Wook mengatakan bahwa pasien harus segera dioperasi dan mendapatkan pendonor hati. Meski begitu sulit untuk melakukannya, karena pihak RS lain telah memulangkannya. Jae Wook bisa memahami kondisinya dan menyatakan jika ada pendonor hati maka transplantasi bisa dilakukan.



Kim Shi Eun, koordinator pendaftaran donor organ tersebut, datang. Jae Wook meminta Shi Eun untuk mencatat pasien untuk mendapatkan prioritas. Shi Eun menjawab bisa, hanya saja mendapatkan pendonor memang harus diserahkan pada keberuntungan. Jae Wook mengatakan pasien harus dioperasi malam ini, jika tidak maka pemulihan akan lebih sulit.
 

Jae Wook membuka forum mengenai pasien tersebut dengan tim bedah RS Taemin. Ri Ta menjelaskan jika ada pendonor, masalah besarnya adalah menghubungkan arteri pasien dengan hati donor bukan hal yang mudah. Jae Wook menawarkan Ji Sang untuk melakukan operasi. Ji Sang mengiyakan. Ri Ta tergeragap. Begitu pula dengan Manajer Woo dan dua minionnya.
 


Di luar, Manajer Woo dan dua minionnya mencak-mencak. Mereka kesal Ji Sang selalu mendapat kesempatan lebih baik. Padahal, dia merasa Ji Sang tak lebih baik dibandingkan dirinya.
 

Masih di ruangan forum, Ri Ta menanyakan kenapa Ji Sang mengiyakan operasi itu semudah membalikkan telapak tangan? Menunjukkan sikap acuh tak acuh pada ocehan Ri Ta, Ji Sang menaikkan kakinya ke atas meja. Dia tetap akan melakukannya, tak peduli Ri Ta mau mengoceh apapun. Ri Ta menunjukkan letak kesulitannya dan alasan Jae Wook melimpahkan pekerjaan itu pada Ji Sang. “Oh, sekarang kau khawatir padaku?” tanya Ji Sang. Ri Ta menampik. Itu hanya pendapatnya saja.
 



Ji Sang mengajak Ri Ta ikut. Dia kagum karena Ri Ta-lah yang menemukan masalah dalam CT Scan yang diperlihatkan Jae Wook tadi. Ri Ta mengatakan jika itu hanya dalih Ji Sang semata. Dia yakin Ji Sang hanya mencari teman untuk “mati” bersama. Jae Wook datang dan meminta keduanya sangat memperhatikan pasien untuk hari ini. Dia juga menanyakan Ji Sang baik-baik saja, karena tadi pagi mendengar berita Ji Sang masuk UGD dibawa oleh Ri Ta? Ji Sang menyatakan diri baik-baik saja. Jae Wook mengiyakan, tapi meminta Ji Sang melakukan pemeriksaan.
 

Ri Ta mendapat angin. Dia mengatakan, “Udah kenapa tidak jujur saja?” Ji Sang melotot pada Ri Ta. Ri Ta sendiri menjelaskan pada Jae Wook bila Ji Sang semalam teler berat sampai-sampai ambruk di depan RS. Dia membantu menyembunyikan apa yang terjadi pada Ji Sang dengan mengatakan bahwa Ji Sang memiliki suhu tubuh, tekanan darah, denyut nadi yang normal semuanya. Jae Wook pergi setelah mendapatkan keterangan itu. Disusul Ri Ta kemudian dengan bahasa tubuh meledek Ji Sang. Lalu, Ji Sang mencoba menahan Ri Ta karena dia tak ingin bekerja sendiri. Mereka harus memeriksa pasien transplantasi hati. Ri Ta menolak, tapi dia ikut juga.
 



Ketika mereka berdua ada di ruang perawatan, anak pasien sedang menangis. Si anak tidak ingin ibunya meninggalkannya. Ji Sang ingat saat Sun Young pergi meninggalkan, dirinya juga menangis. Di tempat lain, si anak mengatakan pada Ji Sang kalau setelah ayahnya meninggal, ibunya-lah yang banting tulang mencari uang, membuatnya tetap bisa bersekolah. Dia ingin ibunya bisa melihatnya kuliah. Bila hatinya ada dua mungkin akan diberikan pada ibunya. Dia menyalahkan diri sendiri karena tidak memiliki apapun untuk membantu ibunya.

Ji Sang menjawab ada. Yaitu masa kini. Dengan sedih, anak itu mengatakan masa kini tidak bisa mengubah apapun. Ji Sang tidak mengatakan masa kini yang dimiliki si anak untuk mengubah sesuatu, tapi untuk bertahan hidup. Si anak kembali tertunduk. Ji Sang memegang bahu si anak setelah sebelumnya ragu-ragu melakukannya. Tidak jauh dari mereka berada, Jae Wook memperhatikannya.
 


Ji Sang dan Jae Wook bicara di suatu tempat. Jae Wook mengatakan bahwa saat berada di keluarga pasien seorang dokter haruslah bisa menjelaskan apa yang terjadi. Tapi, sepertinya Ji Sang tidak memberikan penjelasan. Ji Sang memberikan kehangatan. Sisi ketus Ji Sang muncul, “Terus apa aku harus menarik kerah mereka waktu bicara?” Jae Wook tersenyum dan mengatakan bahwa Ji Sang adalah seorang dokter yang dinilainya luar biasa, karena biasa tidak menunjukkan emosinya bahkan peduli terhadap pasien. Dia mengaku jujur.
 

Kondisi pasien menggawat. Ri Ta dibantu Ga Yun coba mengatasinya. Shi Eun menerima telpon. Wajahnya tampak ceria. Wajah Ri Ta juga tampak melega.
 



Jae Wook dan Ji Sang lari buru-buru ke depan bagian penerimaan pasien. Jae Wook bertanya apa keluarga pendonor sudah memberi acc? Shi Eun mengiyakan. Segera Ji Sang membagi tugas. Dia memerintahkan Ri Ta, Shi Eun, dan Ga Yun pergi mengambil hati pendonor. Dia sendiri akan mempersiapkan pasien. Ri Ta mengeluh kenapa dirinya harus ikut pergi juga? Ji Sang bilang, “Kalau kubilang pergi, maka pergilah. Tolong bantu mereka kali ini.” Mau tak mau Ri Ta jalan juga. Ji Sang lalu pergi dari hadapan Jae Wook.
 

Sepeninggalnya Ji Sang, mendadak ingatan Jae Wook melayang pada adegan Ji Sang menyentuh bahu si anak pasien. Dia lantas buru-buru menyusul Ji Sang.



Di sisi lain, Ri Ta bersama Ga Yun dan Shi Eun lari sekuat tenaga dan masuk ke dalam mobil ambulans. Ketika pintu mau ditutup, Ji Sang menahannya. Dia bilang mau ikutan. Ri Ta bertanya siapa yang mau menyiapkan pasiennya? Ji Sang bilang Lee Ho Yong dan masuk ke dalam ambulans yang langsung berangkat.
 

Di jalan, Shi Eun memberikan informasi tentang pendonor yang seorang mahasiswa berusia dua puluh tiga tahun. Kondisi mahasiswa ini mati otak setelah jatuh waktu hiking. Berarti pendonor masih hidup ya? Hiii... Karena pasien masih bernapas, dalam artian belum dinyatakan meninggal, Ri Ta mengajak semuanya berdoa. Ji Sang mengeluh kenapa dirinya harus diributkan dengan urusan berdoa? Dia mengatakan orang yang seharusnya didoakan adalah pasien Lee Han Soo, yang hidup-matinya tergantung oleh donor dan keluarga pendonor. Ri Ta menuding Ji Sang ateis sejati.
 



Jae Wook menatap keluar jendela ruangannya. Dia ingat saat menyusul Ji Sang tadi telah mengajukan permintaan pada Ji Sang untuk ikut tim pengambil donor hati. Ji Sang mau pergi karena diminta secara khusus oleh Jae Wook. Dia bertanya bagaimana operasinya? Jae Wook menjawab Lee Ho Yong yang akan mengurusnya. Lalu, dia menghubungi seseorang dan bertanya, “Berdasarkan temperatur darah Park Ji Sang, apa yang kau pikirkan?”

Hyun Woo masih menunggu hasil pengecekan senyawa yang ada di dalam peluru suntikan. Di mobil ambulans, Ji Sang mendapat sms dari seseorang tak dikenal. Isinya: “Selamat. Kau adalah yang pertama selamat dari itu. Mungkin selamat dari suntikan semalam sebelumnya.
 



Sesampainya di rumah sakit pendonor, Ji Sang cs langsung lari ke dalam ruang operasi. Mereka bersiap. Di sisi lain, di RS Taemin, tim operasi juga telah bersiap.
 

Tim operasi pengambil donor mendoakan pendonor, yang notabene masih hidup. Selesai, mereka langsung melakukan operasi. Tim operasi RS Taemin mendapatkan kabar jika tim operasi pengambil donor sudah memulai operasi. Mereka juga langsung memulai operasi.



Di ruang operasi tim pengambil donor, Ri Ta dan Ga Yun tampak memperhatikan Ji Sang yang sama sekali tidak memperlihatkan sikap emosional saat mengambil hati donor. Aku juga menilainya begitu. Mereka semua menengok ke layar pantau detak jantung, ketika Ji Sang menggunting. Terdengar bunyi tuttt, yang menandakan pendonor sudah meninggal.

Jae Wook duduk di sebuah ruangan sambil membaca buku. Dia menelpon seseorang dan mengatakan kalau mungkin Ji Sang sudah menerima sms ucapan selamat. Karena itu, semuanya bisa dimulai dari sekarang. Di rumah, Hyun Woo ngeprint hasil pengecekannya terhadap senyawa suntikan. Dia terkejut melihat hasilnya.
 



Ji Sang, Ri Ta, Ga Yun, dan Shi Eun keluar dari rumah sakit tempat mereka mengambil hati donor. Mendapat panggilan, Ji Sang berhenti dan mengangkatnya. Ri Ta mengambil wadah hati donor yang dibawa Ji Sang dan masuk ke ambulans. Ji Sang diberitahu Hyun Woo kalau senyawa yang ada di suntikan itu sama dengan senyawa yang ditemukan dalam suntikan yang membunuh Sun Young. Hyun Woo yakin orang-orang itu berasal dari kelompok yang sama. Kagetlah Ji Sang.

Begitu menutup telpon, dia melihat dua pria bertudung yang berkelahi dengannya di parkiran rumah sakit berdiri di seberang jalan dengan tatapan meledek. Ri Ta mengajak Ji Sang cepat masuk. Ji Sang melepas jas dokternya dan melemparkannya pada Ri Ta. Dia minta Ri Ta jalan duluan.
 



Ji Sang pun mengejar dua pria bertudung itu, tapi kehilangan jejak mereka. Sementara itu, Ri Ta cs telah sampai di RS Taemin dengan selamat. Begitu mereka sampai di ruang operasi, dokter Ho Yong baru saja mengangkat hati pasien transplantasi hati. Ri Ta bingung harus melakukan apa, sebab Ji Sang belumlah datang.
 

Jae Wook tampak santai membaca buku sambil makan cookies. Padahal, Ri Ta berulang kali menghubunginya, tapi direject terus. Ri Ta kesal.
 



Di tempat lain, Ji Sang masih mengejar dua pria bertudung. Di RS Taemin, Ri Ta kembali ke ruang operasi. Salah seorang anggota tim operasi mengatakan tekanan darah pasien turun dan asidosis memburuk. Ri Ta menginstruksikan untuk menginduksi tekanan darah dengan inotropes. Dia juga memerintahkan Kim Byung Soo untuk keluar menghubungi Jae Wook dan Ga Yun untuk menghubungi Ji Sang. Ho Yong bertanya apa yang harus mereka lakukan jika keduanya tidak bisa melakukannya? Dia berharap bisa melakukan operasi itu, tapi kemampuannya belumlah cukup.
 

Dua pria bertudung berkumpul kembali dan mencari-cari keberadaan Ji Sang. Padahal Ji Sang berdiri di atap gedung belakang mereka, setelah melompat-lompat di atap. Di atas atap, Ji Sang melihat HP-nya. Ga Yun menghubunginya.
 



Jae Wook menerima telpon dari Byung Soo. Ada 16 kali miss call di HP. Jae Wook bangkit dari kursinya dan pergi.
 

Ji Sang memutuskan untuk tidak mengangkat telpon Ga Yun. Dia meloncat turun, tepat di belakang dua pria bertudung. Dia sudah dalam perubahan metode vampir saat ini dan langsung menyerang dua pria bertudung. Mereka pun berkelahi. Dalam posisi tidak dikerjai, Ji Sang sanggup mengimbangi kekuatan keduanya.
 



Di ruang operasi, Ri Ta memutuskan untuk memimpin operasi transplantasi hati dan meminta Ho Yong sebagai asistennya. Ho Yong dan tim anggota operasi lainnya kaget. Byung Soo masuk ke ruang operasi dan melapor kalau Jae Wook akan sampai ke ruang operasi dalam waktu tiga puluh menit. Ri Ta menghela napas.
 

Di tempat lain, Ji Sang dan dua minion Jae Wook masih berkelahi. Merasa terpojok, salah satu dari minionnya Jae Wook menyorot senter lampu UV lagi ke mata Ji Sang. Sontak Ji Sang langsung menutupi matanya. Begitu selesai disorot, mata Ji Sang tidak masalah. Itu lantaran hadiah yang diberikan Hyun Woo sebelumnya (ternyata berupa lensa kontak, bukannya obat hijau yang baru. Salah saya. Tepuk jidat!). Karena tidak ada luka dari serangan sinar UV tersebut, Ji Sang menjatuhkan dua cecunguk kecil itu.
 



Ji Sang melihat salah satu dari dua minion itu. Dipegangnya salah satu minion di bagian leher dan diangkatnya keatas sambil bertanya, “Siapa pembunuh ibuku?” Minion itu terkekeh dan menyuruh Ji Sang mencari tahu sendiri jika memang penasaran. Polisi datang ke tkp dan mengacungkan pistolnya ke arah mereka bertiga.

Dua minionnya Jae Wook mendapat angin untuk melarikan diri, makanya mereka menyerang dua polisi di belakang mereka dan langsung lari. Ji Sang berniat menyusul, tapi sepertinya urung dilakukan.
 




Jae Wook masuk ke RS Taemin dengan wajah ceria. Dia menyapa beberapa orang dokter dan masuk ke ruang ganti untuk mengganti bajunya dengan baju biru khusus operasi. Dia pun pergi ke ruang operasi dengan batin, 'Kau memilih pilihan hal yang tepat, Ji Sang. Itu pilihan terbaik bagimu. Terima kasih, karena tidak mengecewakanku.'

Ri Ta cs menengok ke arah pintu ruang operasi yang terbuka. Mereka menemukan Ji Sang berdiri di sana, siap melakukan operasi. Jae Wook datang belakangan dan kaget melihat Ji Sang berdiri di sana untuk melakukan operasi.

Related Posts:

0 Response to "Sinopsis 'Blood' Episode 4 Part 2"

Posting Komentar