Sinopsis Kill Me Heal Me Episode 1 Part 2

Sinopsis Kill Me Heal Me Episode 1 Part 2

Setelah keributan di bandara, Ri On masih bisa bernyanyi dengan riang. Ia menyodorkan botol pada Ri Jin agar mau bernyanyi dengannya tapi Ri Jin malah merebut botol itu untuk memukuli Ri On. APA KAU PUNYA KEPRIBADIAN GANDA?!

“Kalau kau bicara seperti itu, apa kau pikir aku bisa menulis di rumah dengan dua manusia yang sakit mental? Menjadi penulis misterius adalah identitasku. Aku bisa bepergian dengan pesawat kelas pertama. Ini membuatku bisa menjadi Oppa Keren, banggalah kau!” jawab Ri On enteng.



Ri Jin kemudian mempermasalahkan nama pena Ri On. Kenapa harus Omega padahal masih banyak nama lainnya.

“Ini sangat jelaskan. Aku mengidolakan Omega -3.”

“HEY!!” seru Ri Jin frustasi.

“Kenapa kau memanggil Oppa mu dengan Hey?”

“Apa kau pikir aku puas kalau debat denganmu?”

Ri On menimpali kalau Ri Jin puas malah akan menjadi masalah buruk. Kembar adalah pertanda buruk bagi kerajaan Inggris. Jika kau lahir di keluarga raja ----Bla bla bla Translate tidak muncul dan intinya Ri On bercerita nglantur tentang keluarga raja. Orang idiot dan jenius memang bedanya tipis yah.


Ri Jin heran sendiri kenapa pembicaraan mereka bisa berujung pada hal itu. Ri On kemudian menunjukkan wajah dan karakternya, dia yakin kalau dia bisa terlahir menjadi seorang keluarga kaya.

Ri Jin tambah kesal dengan khayalan Ri On dan memukulinya dengan botol tak perduli meskipun Ri On sedang mengemudi.



Ri On mengantarkan Ri Jin ke rumah sakit, dia masih saja cemberut. Ri On berpesan dengan bijak pada Ri Jin kalau di rumah sakit ada masalah besar maka dia harus bisa belajar. Dan jangan lupa kalau mereka selalu bersama dalam hati mereka.

Ri Jin masih menatap tajam Ri On. Dia memperingatkan agar jangan sampai reporter menghubunginya lagi.



Ri On membenarkan tatanan rambut Ri Jin, “Jangan menatapku seperti itu. bisakah psikiatri menyembuhkan dendam yang begitu lama? Oppa minta maaf. Minta maaf.”

Ri Jin setuju tapi sekarang Kakaknya itu harus pergi.



Mobil ambulan melintas, seorang pria berteriak marah dengan beberapa luka diwajahnya. Ri Jin yang melihat pasien itu jadi tampak senang. Dia menghampirinya dengan segera. Pria tadi mengenali Ri Jin, kau lagi? Kau lagi?

“Siapa yang membuatmu stress? Siapa yang melakukannya. Aku akan mengomelinya!” ucap Ri Jin.

“apa salahnya kalau aku tampan?” tanya pria gila itu. Ri Jin kemudian memberikan pada perawat untuk melakukan beberapa penanganan pada pria tadi.


Ri Jin melepas coat tebalnya dan kini dia sudah siap untuk bekerja sebagai seorang dokter Gangguan Mental.


Pria yang tadi baru saja sampai langsung mengamuk dan membuat keributan, dia bersiap memukul dengan tempat penggantung infus. Banyak orang yang ketakutan tapi Ri Jin berani untuk maju dan membujuk pria tadi. Dia mengajak pria itu untuk bicara, jika dia mau melakukan apa yang ia katakan maka dia akan memberikan alkohol pada pria itu.

Pria tadi tampak ragu dan mulai luluh tapi saat Ri Jin mulai mendekatinya, dia malah memukul Ri Jin. Beruntung Ri Jin bisa menghindar.



Pria tadi berusaha mendekati Ri Jin dan naik ke ranjang dorong. Ri Jin dengan sigap memutar ranjang itu hingga keseimbangan si pria mulai goyang. Saat dia akan terjatuh, Ri Jin menangkapnya lalu membanting tubuh pria tadi.

Ri Jin mampu menangkapnya dan meminta obat penenang. Pria tadi pun langsung diikat setelah tenang, Ri Jin masih berjanji akan memberikan anggur beras untuk pria tadi.




Rupanya Ri On masih belum pulang, dia melihat aksi heroik dan keren sang adik. Ia tersenyum bangga, “Kau keren, Dongsaeng.”


Ri On kembali ke mobil dengan bernyanyi riang. Ia akan mengambil charger tapi didalam tasnya terdapat sebuah buku besar. Ri On sejenak melihat buku tersebut lalu kemudian meletakkannya.

Buku itu rupanya berisi kumpulan berita dan juga beberapa foto memuat wajah Cha Do Hyuk.



******
Do Hyun sendiri was – was harus masuk ke rumahnya sendiri. dia sudah disambut oleh seluruh pelayan dan juga Ketua Ahn.

Ibu...” seru seorang wanita terdengar oleh Do Hyun.



Nyonya Shin Hwa Ran marah pada Nenek Seo Tae Im, “Ibu! Apa kali ini dia terluka disuatu tempat? Dimana kau menyembunyikannya. Ini sudah ke dua puluh kalinya kau menendang dia. memangnya dia kuda dipapan catur? Apakah kau pikir tubuhnya akan membaik jika kau menendangnya dan memindahkannya seperti ini? Ibu, apa yang salah dengamu! (Siapa yang mereka bicarakan masih misteri)



Nenek Seo yang tadinya diam kini buka mulut, darimana dia belajar bicara sekasar itu? kau tak bisa berkata yang tidak kasar?

Nyonya Shin terima saja kalau bicaranya memang kasar, tapi dia punya hak untuk tahu.

“Siapa kau? Kenapa kau begitu bangga? Apa kau punya penerus dan putra?” balas Nenek Seo.

“Aku... Aku... kenapa aku tak punya putra? Do Hyun kita, putra Joon Pyo dan cucumu. Penerus satu – satunya Seung Jin. Dia keluar dari perutku!”





Nenek Seo marah, harus berapa kali dia bicara kalau Do Hyun bukanlah anaknya. “Kau ingat pilihanmu kan? Setelah memutuskan hubungan dengannya?”

Nenek Seo bangkit dengan marah namun seketika dia membatu karena Do Hyun kini ada dihadapannya. Do Hyun membungkuk hormat dan Nyonya Shin langsung menghampiri, menyambut kehadiran Do Hyun dengan hangat. Nyonya Shin juga melemparkan lirikan sinis pada Nenek Seo.




Ditengah makan – makan, Nenek Seo memberitahukan maksudnya membawa Do Hyun kembali ke korea. Ini semua untuk mempersiapkan sebelum akhirnya Do Hyun menjadi pemegang Seung Jin Grup, dia akan memulai latihannya dengan menjadi wakil presiden sebuah perusahaan hiburan.

Do Hyun terkejut, dia teringat akan ucapan Se Gi dalam pesan video kalau dia tak mau menjadi Ketua Seung Jin Grup. Do Hyun mencoba menyela pembicaraan untuk menjelaskan tapi Nyonya Shin sudah menyela –nya lebih dulu. Nenek Seo memutuskan Do Hyun untuk tidak tinggal dirumah mereka dan hidup mandiri.

“Menjadi mandiri? Kenapa dia harus pindah dari rumah yang sempurna? Itu tidak masuk akal.” Bela Nyonya Shin.

Nenek Seo tak bisa dibantah dan mulai saat ini Do Hyun bukanlah Pengusaha Kaya Raya. Do Hyun pasrah karena tak diberi kesempatan untuk bicara. Belajar mulai dari tahap rendah, ia bisa belajar pada Cha Ki Joon (sepupunya).




*****
Ketua Ahn mengantarkan Do Hyun ke rumah yang akan ia huni, dia menyuruh Do Hyun untuk menghubunginya jika butuh sesuatu. Do Hyun gusar, “Akankah sesuatu terjadi padaku mulai sekarang?”

Ketua Ahn berjanji akan membantu Do Hyun apapun pilihannya. Dan sekarang dia sudah membohongi keluarga Do Hyun karena mereka memang tak tahu akan kondisi Do Hyun.

“Bisakah aku menyembunyikannya?” tanya Do Hyun lemah.

“Yang harus kau lakukan adalah menyembunyikannya dan aku akan mencari jalan.”

Do Hyun masih belum begitu yakin, dia sudah melakukan perawatan selama dua puluh tahun tapi sampai sekarang belum membuahkan hasil. Ketua Ahn meyakinkan kalau dia akan mencari jalan untuk Do Hyun sampai ketemu.







Ponsel Do Hyun berdering, ia melihat nama kontak tersebut dari Cha Ki Joon. Ia menunjukkan layar ponselnya pada Ketua Cha lebih dulu, ia sepertinya enggan untuk mengangkat panggilannya tapi Ketua Cha mengangguk memberi persetujuan.



Cha Ki Joon berbasa – basi dengan Do Hyun yang tak mengabari sudah sampai ke Korea. Do Hyun meminta maaf dan sekarang ia sedang istirahat.

“Kau tidak punya rencana untuk makan malam, kan? Oke, sampai jumpa lagi.” ucap Ki Joon mengakhiri panggilannya.





Ki Joon berkata pada Ayahnya, Cha Young Pyo bahwa suara Do Hyun masih seperti dulu. Sepertinya dia malas untuk kembali ke Korea.

“Kau harus berhati – hati padanya. Jangan lihat dia mudah dan temukan kelemahannya. Akan tiba waktu saat kelemahannya menjadi aib baginya.” Pesan Young Pyo.



*****
Ketua Ahn sudah pasti bisa menebak akal busuk Young Pyo yang akan mencari kelemahan Do Hyun. Dia menyarankan untuk tak membicarakan masalah pengobatan di Amerika karena itu berbahaya. “Apa kau bicara tentang dokter yang mengobati gangguanmu saat kau di Amerika?”

Do Hyun membenarkan.



*****
Disisi lain, seorang Dokter dengan tampang angker berjalan bersama beberapa Dokter lainnya – Dokter Seok Ho Pil. Dia meminta pada Ri Jin untuk menjelaskan apa saja yang dialami oleh pasien yang akan mereka tangani.

Ri Jin dengan lancar menuturkan apa saja yang dialami oleh pasiennya yang satu ini.





“Nona Husky..” sapa Dokter Seok pada pasien yang tidur menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

Karena tak ada sahutan, Ri Jin menghampiri dan membangunkannya namun ketika ia menepuk kearah selimut, itu terlalu kenyal untuk sebuah tubuh. Setelah selimut disingkap, rupanya itu hanyalah sebuah bantal dengan note diatasnya. Nona Husky meninggalkan pesan bahwa dia akan pergi karena rumah sakit tak cocok dengannya. Dia akan ke Paradise dimana ia bisa bernyanyi dan menari.

Dokter Seok kecewa dan pergi meninggalkan mereka bergitu saja. atasan Ri Jin menghampiri, dia marah karena Ri Jin kehilangan pasiennya. Dia menyuruh Ri Jin untuk menemukan pasien tersebut secepatnya.



******
The Paradise

Ketua Ahn mengantarkan Do Hyun menuju The Paradise, dia mengingatkan bahwa didalam sana akan ada banyak orang. Jika sesuatu terjadi maka Do Hyun secepat mungkin menghubunginya. Dan juga, jangan sampai mabuk.

Do Hyun menghela nafas, dia mengangguk mendengar pesan Ketua Ahn.



Kehadiran Do Hyun sudah disambut oleh karyawan IDN yang menyambut kehadirannya. Dia pun tersenyum dengan kaku dan menghampiri Ki Joon. Ki Joon menilai gaya pakaian Do Hyun yang tak berubah sampai detik ini.

“Baiklah! Pria ini adalah Direktur Cha Do Hyun, yang akan bekerja sama dengan kita dalam proyek IDN Tour mulai minggu depan. Ini semua karyawan Tim Kesenian yang akan bekerja dengan kita pada proyek IDN Tour.” Seru Ki Joon memperkenalkan Do Hyun.

Karyawan IDN lain menyambut Do Hyun.





Ki Joon memberikan Do Hyun segelas wine tapi mengingat pesan Ketua Ahn, Do Hyun langsung menggantinya dengan segelas air mineral.

“Ngomong – ngomong, bukankah ini tempat yang kau bilang kosong?” tanya Do Hyun.

“Ada Kepala Tim Kesenian. dia di toilet sekarang. Dia benar-benar cantik.” Puji Ki Joon.



Tak lama seorang wanita mengenakan gaun dengan punggung terbuka memasuki ruangan mereka. Seketika Do Hyun terkejut dan bangkit dari duduknya sedangkan Si Wanita yang diketahui bernama Han Chae Yeon melemparkan senyum pada Do Hyun.

Ki Joon yang diam menunjukkan senyum liciknya, seolah ada rencana terselubung yang ia rangkai.





*****
Ri Jin masih sibuk untuk mencari keberadaan Nyonya Husky. Dia menelfon Ri On untuk melacak GPS Nyonya Husky namun anehnya malah terlacak ada di rumah sakit.

Ri Jin masuk ke kamar yang ditempati Nyonya Husky lalu menghubunginya. Ia mendengar suara dering ponsel dan mencari – cari sumber suara tersebut. Ternyata ponsel Nyonya Husky direkatkan dibawah ranjang. Ada note yang ditulis Nyonya Husky, “Mencoba mendeteksi lokasi ponselku adalah percuma. Silakan kirim ke Paradise. Acara gratis ulang tahun ke-30 Moderato, guru besar Whikey.”





Ri Jin melihat alamat yang tertera disana, ia menggeram marah karena ulah pasien itu.



*****
Di The Paradise, Chae Yeon dan Ki Joon membahas mengenai Ji Sun putri kedua dari Myung Song Grup yang menyukai Do Hyun. Ki Joon memuji Ji Sun dan Do Hyun yang tampak serasi. Do Hyun merasa tak nyaman dengan arah pembicaraan mereka bahkan dia sampai minum beberapa gelas wine tanpa disadari.

“Dia tidak menyenangkan dan aku pikir dia tidak akan baik untuk masa depan.” Ucap Do Hyun.

“Kau punya hati tapi kau tak bisa mengakuinya. Tapi juga hatimu tak bisa melupakannya. Jadi itu sebabnya kau hanya diam-diam menyukainya seperti pengecut.” Sindir Ki Joon.



Chae Yeon bertanya, apakah ada wanita yang Do Hyun sukai? Ki Joon menyuruhnya untuk bertanya sendiri pada Do Hyun.

“Apa dia disini? Masa sih? Siapa dia?” tanya Chae Yeon pada Do Hyun tapi pandangannya itu seolah dia sudah tahu kalau wanita yang Do Hyun sukai adalah dirinya tapi tetap saja bertanya. Do Hyun bingung untuk menjawab. Dia terdiam.

Belum sempat menjawab, beberapa karyawan IDN masuk dan mengajak mereka turun untuk menari.





Suasana klub sungguh riuh dengan musik yang membawa siapa saja untuk menari. Namun Do Hyun sama sekali tak tertarik dan memperhatikan mereka dari atas terutama perhatiannya tertuju pada Ki Joon dan Chae Yeon. Dua sejoli yang tampak dekat, saling merangkul dan berbisik satu sama lain.





FLASHBACK

Suatu pagi, Do Hyun menerima panggilan dari seseorang. Dia nampak bahagia menerima panggilan tersebut karena Chae Yeon yang menghubunginya.

“Hari natal?” tanya Do Hyun dengan girang.



Hari berlalu, Do Hyun berada disebuah cafe dan kejadian saat ia menerima siraman dari wanita gangster kemarin. Rupanya disana adalah tempat ia membuat janji dengan Chae Yeon.

Chae Yeon datang dan mencari – cari Do Hyun tapi dia malah menyembunyikan wajahnya karena ia kini basah kuyup. Kondisinya tak memungkinkan ia menemui Chae Yeon yang terus menantikan dia.





FLASHBACK END

Mungkin kejadian itulah yang membuat hubungan Chae Yeon dan Do Hyun renggang. Kini ia hanya bisa menatap getir kedekatan antara Ki Joon dan Chae Yeon.



Seorang wanita yang sedari tadi memperhatikan Do Hyun menghampirinya, ia tahu kalau Do Hyun saat ini tengah kesepian. “Aku mengamatimu sejak awal. Rasakanlah. Perasaan bahwa kau sendirian di dunia ini. Perasaan bahwa kau bukan lagi dirimu. Perasaan bahwa ada banyak diri dalam dirimu. Perasaan kotor tidak tahu kapan mereka akan keluar. Aku tahu perasaan tersebut!”

Wanita itu memberikan kartu nama dan mengaku sebagai seorang psikiater. Do Hyun berterimakasih tapi ia menolak untuk menerimanya.

Tapi sebelum pergi tangan Do Hyun ditahan oleh wanita tadi, ia minta tolong. Ia menunjuk seorang wanita yang ada dilantai dansa dan berjalan mencari cari seseorang – Oh Ri Jin. “dia pasienku!” tunjuk wanita tadi.





Do Hyun langsung mengingat pertemuan pertamanya dengan Ri Jin di bandara, dia diseret oleh Ri On dan mengaku kalau adiknya memiliki gangguan mental.



Berarti wanita yang sedang berbicara dengan Do Hyun adalah Nona Husky. Dia berniat kabur tapi ditahan oleh Do Hyun.

Tepat saat itulah Ri Jin mendongak dan bisa melihat keberadaan Nona Husky. Dia pun bergegas naik untuk menangkap pasien gangguan mental itu.





Tapi Do Hyun yang mengira kalau Ri Jin adalah Pasien Nona Husky, dia mencoba menahan dan memberikan perngertian. Ri Jin berteriak kesal, ia menjelaskan kalau Nona Husky adalah pasiennya tapi Do Hyun tetap tak percaya. Ri Jin yang dihalangi pun jadi kesal, dengan kasar dia membanting tubuh Do Hyun.





Tak diduga, Do Hyun tampak sangat kesakitan dan mengerang dilantai. Ri Jin meminta maaf tapi seharusnya Do Hyun minggir saat dia bilang minggir.

Do Hyun sadar kalau Shin Se Gi mencoba mengambil alih dirinya jadi dia langsung berlari meninggalkan keramaian. Ri Jin makin bingung, dia ragu untuk mengejar Nona Husky atau Do Hyun tapi akhirnya ia lebih memilih menjalankan tugas menangkap Nona Husky.





Do Hyun gelojotan di kamar mandi memegangi kepalanya, dia memohon agardia tak keluar dulu dan mengunci pintu WC -nya. Do Hyun meraih obat dalam saku jas –nya tapi tangannya yang kaku membuat obat itu terlepas dari tangan dan berceceran dilantai.

Tepat saat itulah Shin Se Gi mengambil alih tubuh dan pikiran Do Hyun. Se Gi memiliki kebiasaan mengetuh – ngetukkan jarinya dan tatapannya berubah menunjukkan kilatan tajam.





Se Gi keluar menggebrak pintu WC membuat pria gangster yang tengah menggunakan eyeliner terkejut dan mencoret wajahnya. Se Gi melihat pakaian yang dia kenakan, “gaya apa ini?”

Pria gangster menghampiri Se Gi dengan marah, “Hei, gara-gara kau make up jadi berantakan!”

Se Gi tak berucap apa – apa dan berjalan menghampiri Pria Gangster itu, ia memegang telinganya. “Ini seperti gayaku.”




Se Gi sudah merubah penampilannya dengan jaket kulit dan eyeliner tebalnya, dia merampas milik pria gangster. Se Gi berjalan melewati kerumunan dan juga Ki Joon.

Ki Joon tertegun melihat Se Gi sepintas, entah sadar kalau itu Do Hyun atau tidak. Ia menatap kepergiannya.





Pria Gangster marah besar jaket kulit dan pakaiannya dirampas, ia menghubungi rekan – rekannya.



Nona Husky sudah tertangkap, dia meronta – ronta minta dilepaskan namun apa daya tubuhnya sudah terikat. Dokter Park mengajak Ri Jin untuk naik ikut ambulans tapi pikiran Ri Jin tertuju pada pria yang ia banting dan tampak sangat kesakitan tadi. Dia menyuruh Dokter Park untuk pergi saja dulu, ia akan menyusul. Ada sesuatu yang harus dia lakukan.





Ri Jin bergegas kembali ke The Paradise tapi tangannya ditahan oleh seseorang. Dia sadar kalau pria itu adalah pria yang ia banting tapi penampilannya sekarang sudah berubah, “Oh, yang tadi itu kamu, kan? Maaf, aku sedang buru-buru. Apa kau baik-baik saja? Kapan kau mengganti bajumu?”

Se Gi diam menatap Ri Jin dalam, dia menyingkap sedikit lengan baju Ri Jin dan melihat jam tangan yang melingkar dipergelangannya. Jam menunjukkan pukul sepuluh kurang sedikit, ia menanti sampai jarum menunjukkan angka dua belas. “7 Februari 2015 tepat jam 10 malam.... Waktu aku jatuh cinta padamu.”





Ri Jin teringat bagaimana tadi ia membanting Do Hyun dan dia tampak kesakitan. Tawa Ri Jin meledak begitu saja, merasa tak mungkin kalau pria dihadapannya baru saja mengatakan suka padanya.

Tidak mungkin... dia tidak punya mental menyeramkan dimana dia jatuh cinta padaku karena aku wanita pertama yang memperlakukannya kasar, kan?” batin Ri Jin.

Dan tawa itu semakin tak terelakkan karena Se Gi berkata kalau dia menyukai Ri Jin karena wanita itu yang pertama kali memperlakukannya dengan kasar.





Ri Jin menarik tangan yang dipegang Se Gi, dia geli sendiri dengan ucapan yang baru saja terlontar dari mulut Se Gi. “Aku akan berpura-pura tidak mendengarnya. Aku tak percaya diri untuk terus memperlakukanmu dengan kasar selanjutnya.”

Ri Jin berlalu tapi gerombolan gank motor muncul menghalangi jalannya. Mereka mengitari tempat Se Gi berdiri sekarang. Pria Gangster yang dirampas bajunya oleh Se Gi muncul, dia meminta Se Gi untuk melepas bajunya.

Yang terlintas dalam pikiran Ri Jin malah mengira kalau Se Gi dan Pria Gangster memiliki hubungan sesama jenis. Dia menenangkan keduanya lalu meminta Se Gi untuk melepas baju yang dia kenakan.





Se Gi menolak. Ri Jin menunjukkan kalau jaket itu bukan dari kulit asli, jadi lepaskan saja tapi Se Gi tetap menolaknya.

“Haruskah kita mencobanya?” tanya Se Gi menantang. dia melindungi Ri Jin dari tendangan dan mendorongnya keluar dari tempat perkelahian mereka.

Mereka pun langsung berkelahi tanpa menunggu komando. Dan dengan mudahnya juga Se Gi memukul, menjatuhkan, menendang mereka dan tak menyisakan satupun yang berdiri.







Se Gi berjalan menghampiri Ri Jin.

“Hei dibelakangmu!!” seru Ri Jin. Se Gi berbalik dan Pria Gangster sudah bersiap memukulnya dengan balok kayu. Pukulan tersebut tepat mengena dikepalanya dan ia hampir terjatuh.

Tapi anehnya, Se Gi mampu bangkit lagi sedangkan Ri Jin masih terkejut.










Bersambung Ke Episode 2 Part 1

Related Posts:

0 Response to "Sinopsis Kill Me Heal Me Episode 1 Part 2"

Posting Komentar